Wednesday, July 02, 2008

IF YOU'RE NOT A NATURAL BORN SALESMAN part 3

Pernah ada salah seorang customer yang udah cocok banget ama aku.Meski pada awal-awal kami menjalin hubungan, gak gampang bagiku buat nyatuin hati n’ visi dengan dia alias ngambil hatinya dia. Setiap dateng untuk minta orderan ke tokonya dia, aku selalu dapet nomor urut paling buntet. Tapi lama-kelamaan kita jadi merasa klop satu sama laen. Aku ngerti banget apa yang dia mau, and dia selalu memberi prioritas, setiap aku berkunjung ke tempatnya.

Boss pemilik toko yang satu ini kaya.Usianya ampir sebaya ama babe-ku, maybe.Juga merupakan salah satu dealer grosir produk2 elektronik yang cukup diperhitungkan di Surabaya ini, mungkin sampe sekarang kali.Satu lagi..., dia punya anak cewek yang mukanya mirip Gong Li, he he he... (just kidding)

Tapi yang paling penting sih, dia ini sering kasih khangtau barang-barang empuk buat aku, n’sebaliknya, aku sering nge-cuanin dia dengan barang-barang khangtauanku. Jangan salah sangka, ini namanya simbiosis mutualisma, sama-sama untung maksudnya.

Pada waktu denger kabar, aku udah ‘terlempar dari Premiership’ saat krismon alias kena PHK dari Sharp, dia coba nawarin aku kerja di tempat dia. Dasar, gara-gara mengingat ‘hubungan saling menguntungkan’ selama itu, ditambah iming-iming gaji yang menurutku cukup menjanjikan, aku terima aja peluang tersebut. Meskipun, dari pengamatan kejadian yang udah-udah, biasanya hubungan kerja macam ginian gak akan berlangsung lama. Tapi ya tetep aja aku putusin juga ngantor di tempat dia.

Kalo semula aku nyangkut di ‘Divisi III’, sekarang ceritanya aku melorot lagi di ‘Ligina’. Ha ha ha...

Ceritanya berakhir mengecewakan banget, dan bikin aku nyesel...
Bukan salahku dan bukan salah dia. Dia pikir, “I pay you, I use you”. Aku pikir, “You want me to do more, you used to gave me more”. Jelas gak sinkron. Aku kerja dengan caraku sendiri, dia protes. Aku kerja gak becus, dia kagak terima. Aku mundur, dia malah kecewa.

Yah, hubungan yang dulu baek, sekarang malah jadi gak enak.Gara-gara kejadian itu pula, sampe sekarang aku selalu merasa ada kawat berduri, setiap aku ingin memulai berbisnis dengannya kembali.


Mungkin hubungan antara boss ama karyawan suatu saat bisa aja berubah menjadi lebih dari seorang teman. Tetapi, dua orang yang semula berteman, sangat sulit bila kelak keadaan memaksa mereka untuk berubah peran menjadi boss ama karyawan

1 comments:

masenchipz said...

gimana kabar GONG LIE? lanjut donk.... hiks..hiks...

Post a Comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)