Saturday, July 12, 2008

NO REASON TO GIVE UP #2 FRIEND OR FOE

Everything were not always running good...
Mungkin itu kalimat yang pas buat nggambarin apa yang sering kita hadapi dalam kehidupan ini.

Tahun kedua perjalananku bareng Freddy Kuam and his team, kami mulai menghadapin masa-masa sulit. Tau penyebabnya? Karena kepiawaian Freddy dalam memboost angka penjualan gak didukung dengan kemampuan administrasi yang bener-bener sip; banyak masalah piutang yang gak jelas penyelesaiannya, banyak duit yang ilang, banyak kerugian...

Entah siapa yang salah, gak tau' apa memang ada koruptor di antara kami, tapi yang jelas kemenangan demi kemenangan yang kami capai, mendadak gak ada artinya lagi.

Aku tau, Freddy gak seiman denganku, dia penganut Budha yang taat. Tapi bukan perbedaan itu yang bikin masalah. Yang sangat aku sesali, Freddy telah mempercayakan nasib dan masa depannya hanya pada seorang 'peramal' yang gak jelas latar belakangnya...

Suatu saat, ketika tour of duty ke Jember, Freddy curhat mengenai problem perusahaan kepada salah seorang customer kami di sana.

Aku kenal betul pelanggan yang satu ini; Kaya, antik dan kolot... sepintas gambaran mengenai orang ini. Hehehe...
Tapi beliau yang banyak ngebantu penjualan kami selama ini. Demi memenangkan hatinya, aku pernah sampe rela-relain belajar pengetahuan mengenai audiophile, hanya supaya bisa ngimbangin obrolan ketika begadang di rumahnya sambil menikmati soundsystemnya yang kabarnya bernilai milyaran itu.

Nah, ceritanya, orang ini mereferensikan seorang 'peramal' yang bisa membaca nasib dan masa depan seseorang. Dan hasil ramalan itu yang telah menyulap Freddy menjadi kehilangan akal sehatnya (menurutku sih...).

Yang jelas, sejak saat itu, Freddy yang selama ini kuat, tenang dan penuh wibawa berubah jadi sering banyak pikiran, banyak salah langkah and yang lebih parah lagi... dia jadi sering gak jujur. Gak jujur pada dirinya sendiri, gak jujur pada kami, gak jujur pada perusahaan... (Sedih banget bila mengingatnya...)

Waktu Freddy menyingkirkan Howard dan squadnya, aku mulai kehilangan kepercayaan lagi terhadap dia...

Waktu Freddy membubarkan semua divisi yang telah dia ciptakan dulu, kami mulai kehilangan rasa kompak satu dengan yang lain... saling berkompetisi sendiri-sendiri, saling menjatuhkan, saling iri, saling curiga, saling memusuhi...

Setaun sejak 'peramal' itu memplot Freddy dengan ramalannya yang gak bertanggung-jawab, dia bener-bener dipecat.

Satu tahun bukan waktu yang pendek.
Satu tahun bukan waktu yang tepat buat membuktikan bahwa 'ramalan' itu menjadi kenyataan.
Satu tahun gak terlalu singkat, kalo kita mau membenahi semua kesalahan yang sudah-sudah, seharusnya.

Dan aku, satu-satunya orang yang telah mengkhianati Freddy; Membeberkan semua kecurangannya selama setaun ini. menyingkirkan dia, dan membenamkan dia...
Sedih bila inget peristiwa itu. Menyesal banget terhadap akhir dari hubungan yang baik di antara kami sebelumnya.

Sejak manajer baru datang menggantikan Freddy, aku tidak pernah ketemu dengannya lagi. Aku tidak pernah mendengar beritanya lagi. Aku kehilangan kontak dengannya.

Mungkin Freddy sangat membenciku, mungkin sampe saat ini...
Seberapapun besar rasa penyesalanku, dia mungkin tidak akan sudi mengingatku lagi.

Mungkin gak ada salahnya aku berharap, Freddy baca postinganku di sini...
Agar dia tau, aku telah bersalah kepadanya, dan aku sudah sangat menyesalinya...
Jika nasib mempertemukan kita kembali, aku ingin sekali lagi bekerja untuknya dan mengulang apa yang telah kami capai dulu...

5 comments:

OOM said...

kadang kesalahan kecil jarang kita hiraukan, kecil anggapan bagi kita..tapi besar bagi orang lain yang merasakannya :)

Anthony Harman said...

Thanks banget atas comment-nya, om
Bangga banget mas o-om sudi mampir kemari

frendli said...

aq gak percaa ama ramalan. tapi pengalaman membat kita berusaha untuk tidak mengulangi hal2 yang kita anggap salah..

Christian said...

saya kenal freddy,tapi lost contact sama dia since 2004.tp sy tau rumahnya di sentul kan.

email sy: christian_lau2001@yahoo.com

Mario Tegar said...

"3 hun thi cu tia,7 hun khe pha pia"
mungkin judul lagu diatas sudah tidak asing lagi di telinga ko anthony...
30% adalah nasib,70% bekerja keras....
lagu yang mengingatkan kita agar jangan menyerahkan hidup kita hanya kpd nasib...
tapi kerja keras lah yang akan menentukan nasib kita.

Post a Comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)