Saturday, August 16, 2008

PENIPU DARI NIGERIA

Mengomentari postingan masenchipz mengenai tertangkapnya biang penipu dari Nigeria, ngomong-ngomong, aku juga pernah menghadapi percobaan aksi orang ini...

Ceritanya, suatu hari aku terima email dari orang asing (kalau gak salah di sebuah negara di Afrika) yang mengaku sebagai seorang remaja 15 tahunan yang baru aja ditinggal mati bapaknya yang seorang dokter. Sebut aja namanya Nbutu.

Nbutu yang kini yatim piatu hidup bersama adik ceweknya yang masih usia 10 tahun. Situasi negaranya yang sedang dalam masa perang, membuat Nbutu gak betah lagi tinggal di sana. Dia menyatakan butuh pertolongan seseorang. Siapapun yang mau mengulurkan pertolongan...


Setelah iseng-iseng aku menanggapi emailnya, Nbutu langsung merespon. Dia bercerita, bahwa ayahnya meninggalkan warisan senilai USD 1,4 juta, dan meninggalkan surat wasiat yang menyatakan bahwa warisan tersebut baru bisa dicairkan setelah dia menginjak usia 17 tahun ATAU ada seseorang dari luar negeri yang bersedia mengadopsi dia dan adik ceweknya. Dia ingin memastikan bahwa aku bersedia memenuhi harapannya itu.

Email berikutnya datang dari seseorang yang mengaku sebagai pengacara keluarga Nbutu, sebut aja namanya Mohigan (asal tau aja, alamat email yang dia gunakan bener-bener exclusive, dan cukup untuk membikin kita yakin bahwa dia bekerja untuk sebuah lembaga hukum legal). Dia mengirim form yang berisi pernyataan resmi bahwa aku berniat mengadopsi kedua anak itu. Form-nya resmi banget euy..., lengkap dengan kop surat yang meyakinkan dan cap dari pengadilan nasional setempat. Plus dia meminta copy pasporku sebagai pelengkap.

Selanjutnya tidak ada proses yang terlalu serius. Hampir sebulan lamanya, aku hanya berkomunikasi dengan Nbutu via email. "Anak ini" kayaknya sedang mencoba membangun hubungan yang lebih dekat lagi denganku. Dia bercerita mengenai keluarganya, ayahnya yang barusan tewas akibat terjebak di tengah-tengah kerusuhan, ibunya yang sudah lebih dulu meninggal dua tahun lalu, dan famili dia yang lain yang berusaha menggerogoti harta orang tuanya dan tidak peduli kepada mereka berdua. Dia juga bercerita mengenai situasi negaranya yang sedang kacau.

Tanpa aku sadari, "hubungan kami" kayaknya sudah semakin dekat aja. Dia kirimin aku foto dia bersama adiknya itu. Dan dia juga sudah mulai panggil aku "daddy" (kurang ajar memang orang ini...)

Lama berselang, email Mohigan muncul yang menceritakan, bahwa proses adopsi berjalan mulus.
Hampir bersamaan waktunya, sebuah email dari "pengadilan" setempat datang juga yang isinya mengesahkan statusku sebagai orang tua angkat bagi kedua anak itu, Nbutu dan adik ceweknya (sekali lagi header, template dan alamat email yang digunakan juga sangat... meyakinkan banget).

Tidak sampai seminggu, datang lagi email dari sebuah Bank tempat orang tua Nbutu mendepositkan dana warisan itu. Sebut aja namanya Kilbayne (jabatannya aku gak inget). Nama Banknya aku juga tidak ingat. Tapi yang jelas, saat itu aku sempat check di website, dan terbukti Bank itu memang eksis.

Si Kilbayne memberikan dokumen deposit yang nilainya emang bener USD 1,4 juta, dan siap untuk ditransfer ke kantongku (mimpi kali yee...).

Buntutnya..., si Kilbayne memintaku melunasi beaya administrasi yang jumlahnya hanya Rp 4,5juta (kalo dikurs-kan ke rupiah). Kalau diitung-itung, jumlah segitu tidak terlalu besar untuk urusan sebesar itu. Apalagi waktu itu aku sempat berpikir, untuk seorang penipu kelas internasional tidak mungkin menarget korbannya dengan hanya nilai uang sekecil itu.

Tapi, yah..., meski impian dapet warisan USD1,4juta sudah di ubun-ubun, untuk merogoh kocek Rp 4,5juta, aku juga masih pikir-pikir (ketauan pelitnya euy...)

Iseng-iseng aku obrak-abrik website bank yang bersangkutan. Dari situ, aku dapat alamat email beberapa pejabat terasnya. Iseng-iseng, aku coba tanyain mengenai deposit tersebut bersama si Kilbayne itu tadi.

Sambil nunggu balasan, aku masih berlagak care terhadap "orang-orang itu". jangan salah loh..., Nbutu, Mohigan dan Kilbayne kayaknya masih dengan sabar melayani permainanku. Gak salah lagi, mereka ini benar-benar profesional.

Sampai akhirnya, email balasan yang aku tunggu datang, yang menyatakan bahwa data-data yang aku kirim tersebut palsu dan thanks banget, mereka juga memperingatkan aku untuk berhati-hati.

Ya Tuhan, rupanya sifat "pelit"ku sudah menyelamatkanku dari sebuah percobaan penipuan internasional. Aku baca di internet bahkan ada seorang profesor yang kena kena USD 875.000. Aku yakin, meski aku sudah setor Rp 4,5 juta, "mereka" tidak akan melepaskan aku begitu saja.

10 comments:

diah said...

Teryata trik menipu ini masih ada sampai sekarang...

gus said...

hehehe...sy dapet tahun kemarin mas...malah tak guyoni ....

Ardy Pratama said...

banyak nih saya dapet email penipuan..

mulai dari kerjasama mengelola warisan keluarga ampe menag lottere. Seumur hidup saya gak pernah ikutan lottere malah menang..

Hehehehehehe...

Salam kenal!! Salam pasti sukses!!!

Anthony Harman said...

To Diah,
Saya baru tau kalo trik menipu seperti itu udah lama, mbak

Anthony Harman said...

To gus,
Hehehe, udah dapet giliran ya...

Anthony Harman said...

To Ardy Pratama,
Salam kenal juga, pak.
Sukses juga selalu

Ardy Pratama said...

sebenarya memang sudah lama sekali, tapi yang saya liat belakangan ini tmbah menjadi0jadi..
Setiap buka email pasti ada aja modus penipuan seperti ini..

Anthony Harman said...

To Ardy Pratama,
Saya jarang dapet sih, pak. Cuman mengalami sekali aja waktu it. Tapi, salah seorang family udah ada yg sempat setor, meski gak banyak.

Ardy Pratama said...

ni sekarang tiap buka email pasti ada.. heran, kok bisa yah mereka dapet alamat email kita?

Sith said...

Saya pernah dapet tawaran CD database yang berisi jutaan email address, cuman $10
Bisa juga dari situ, bro...

Post a Comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)