Kesandung POLISI TIDUR

Polisi Tidur
Ada yang pernah iseng2 ngitungin jumlah polisi tidur di lingkungan tempat tinggal kalian? Tau polisi tidur kan'. Itu tuh, gundukan yang sengaja dibangun melintang di tengah jalan. Bentuknya beraneka ragam, mulai dari yang sopan, menggunung bagaikan double jump, tajam menghentak ala table top, sampai yang kecil-kecil menyakitkan kayak superbowl. Hahaha, emang sekarang rasanya hampir gak ada bedanya jalan ama sirkuit motocross.

Biasanya polisi tidur banyak kita temukan di lingkungan perkampungan atau perumahan. 'Semakin rendah tingkat hidup penghuni lingkungan yang bersangkutan, semakin banyak lah polisi tidur yang siap menghambat perjalanan kita.' Hehehe (becanda aja...).
Dalam perjalan dari rumah sampe ke kantorku aja, tepatnya ada 24 polisi tidur yang selalu setia membuat perjalanku gak nyaman loh.

Seingetku, polisi tidur mulai muncul sekitar taun 80an. Aku sempet bingung, napa dipilih nama 'polisi tidur', kesannya koq gak enak banget gitu loh. Masa polisinya tidur di tengah jalan.

Gak ada aturan yang jelas untuk masalah pembuatan polisi tidur ini. Rasanya, polisi tidur ini adalah hal yang paling tidak terlupakan untuk selalu menjadi penghias jalan, terutama di jalan2 perkampungan. Setiap ada jalan baru; jalan perumahan, jalan kampung, atau jalan tembus antara satu komplek ke komplek laen, terutama yang aspalnya mulus, gak perlu nunggu lama deh, polisi tidurnya pasti cepetan menyusul. Seakan para pemilik ide untuk membuat polisi tidur ini kagak betah liat jalanan yang mulus.

Tujuan sebenarnya pengadaan polisi tidur ini adalah untuk mencegah pengemudi yang ugal-ugalan saat melintasi jalanan tersebut. Alasannya bisa bermacam-macam deh, banyak anak kecil, banyak hewan peliharaan yang berkeliaran atau 'banyak warga disekitar yang gak punya kendaraan sehingga orang laen yang lewat jangan harap bisa nyaman melintasi jalanan tersebut'. Hahaha... (sekali lagi, yang terakhir tuh hanya becanda lha yauw...)

Tapi beneran, diakui ato nggak, latar belakang pembuatan polisi tidur di jaman sekarang bisa aja dimuatin nuansa iri oleh para penghuni di sepanjang jalan tersebut. Coba aja kalian perhatikan, di sebuah lokasi perkampungan yang jalannya sempit banget. Tidak mulus lagi, dan kalo kita pikir pake akal sehat, kagak mungkin motor atopun mobil yang lewat sana bisa atopun gak sungkan-sungkan melaju sampai melampaui batas yang membahayakan pemakai jalan lain. Masih juga sempet2nya ditambahi polisi tidur sebagai aksesorisnya selain lampu jalan.

Pernah ada salah seorang temen yang bercerita saat mengikuti pertemuan RT di kampungnya. Dalam meeting tersebut, diputuskan bahwa jalanan yang melintasi perkampungan mereka gak akan dibuatin polisi tidur. Karena, selain kagak nyaman untuk dilewati, justru yang intensitasnya paling banyak make jalanan itu juga warga yang tinggal di sepanjang jalan tersebut. Alias, kalo mereka maksa bikin tuh polisi tidur, sama dengan membikin jebakan untuk diri mereka sendiri.

Nah, dari situ kita udah jelas kan' saat ini, polisi tidur bukan cuman untuk mencegah dan melindungi, tapi ada satu lagi unsur kesengajaan, yaitu sebuah jebakan.

Nah loo...
Gimana neh pendapat temen2?

Comments

  1. polisi tidur aja ngrepotin apalagi yang bangun. he2. aku juga dah pernah bahas tuh di postinganku bos...emang nyebelin..

    ReplyDelete
  2. To aha,
    Thank, bro. Saya udah nyempetin mampir barusan.

    ReplyDelete
  3. Kalau aku sih setuju adanya pulisi tidur.

    Tapi yang enggak aku suka kalau ada polisi tidur yang terlalu tinggi.
    Aku pernah di suatu kampung di jogja ada yang polisi tidurnya tinggi sampe-sampe motor khu enggak bisa jalan he....

    ReplyDelete
  4. To Bambangxp,
    Mungkin yang bikin polisi tidurnya mantan pembalap supercross

    ReplyDelete
  5. Ara.... diitungin. Aku kalau dr kos ke tmpt kerja cm lewat 1 polisi tidur. Soalnya tinggal lurus trus belok kanan weheheh

    Aku sih fine malah org jd lebih hati2

    ReplyDelete
  6. kalau saya sih setuju aja, asalkan memang ditempatkan pada lokasi yang tepat. Kalo di wilayah prkampungan kan gak tepat, krena wrganya pasti tau aturan juga.. :)

    ReplyDelete
  7. aq pernah ngelanggar polosi tidur karena tempatnya gelap kayak kuburan, aneh tempat kayak gitu ada polisi tidurnya

    ReplyDelete
  8. pokoknya jaraknya ndak dekat-dekat ya ndak masalah sebenarnya...

    ReplyDelete
  9. To Shireishou, Ardy Pratama, frendli, ndop;
    Thanks atas pendapatnya, friends. Kayaknya memang masing2 ada untung ruginya deh

    ReplyDelete
  10. Hmmm gua sering males ama polisi tidur, bikin rese sama kek polisi beneran

    ReplyDelete
  11. Polisi tidur slain membawa manfaat juga bisa ngerusak soft breaker motor boss:D

    ReplyDelete
  12. To Abi Bakar;
    Kecuali shockbraker diganti punya special engine yg biasa dipake motocross, mas. Itu baru sip

    ReplyDelete
  13. To Paman Gober;
    Wah, koq jadi alergi ama 'polisi', pak

    ReplyDelete
  14. Kalo di deket rmh saya, ada polisi tidur yg tingginya kaya gunung bromo(ini sih lebay), saking tajemnya tuh gundukkan akhirnya diancurin.

    ReplyDelete
  15. To Ridho;
    Itu mah, bener2 terang2an mau bikin jebakan, bro:)

    ReplyDelete
  16. makanya terbang biar ga kena polisi tidur..hehehehe..


    http://www.hetpaard.info/

    ReplyDelete
  17. To Debrian;
    Terbang? Hehehe..., bisa aja. Mesti nunggu ampe jamannya Starwars, baru ada mobil terbang

    ReplyDelete

Post a comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)

Popular posts from this blog

Tema Blog Yang Menjebak Artikel

Memilih Pemimpin yang Tepat

Manfaat Lantai Kayu di Rumah Anda