Wednesday, October 01, 2008

Kisah SI KABAYAN ama PROFESOR

Iseng2 mbaca cerita ini, pas nungguin keluarga belanja di Pasar Atom. Pemilik salah satu stand yang ngejual aksesori komputer kayaknya sengaja nempelin kisah ini pada dinding bagian luar. Mungkin maksudnya agar orang yang lewat ato yang lagi iseng2 liat2 barang yang dijual di stand tersebut bisa ikut menyimaknya.

Begini ceritanya...

Kabayan dan profesor duduk berhadapan di kereta api yang membawa mereka dari Bandung ke Jakarta. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya, itulah sebabnya sepanjang perjalanan mereka tidak saling bercakap-cakap.

Untuk mengusir kebosanan, profesor menawarkan sesuatu pada Kabayan, "Hai Kabayan, bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?"

Kabayan diam saja sambil menatap pemandangan di luar jendela kereta. Hal ini membuat Profesor menjadi gusar.
Katanya, "Kabayan, ayo kita main tebak-tebakan! Aku akan mengajukan pertanyaan untuk kau tebak. Kalau kau tak bisa menjawabnya, kau harus membayarku Rp.5.000,- Tetapi kalau kau bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp.50.000,-

Kabayan mulai tertarik dengan tawaran itu. Profesor melanjutkan, "Kemudian, kau
ajukan pertanyaan padaku. Kalau aku bisa menjawabnya, cukup kau bayar aku Rp.5.000,- Tapi kalau aku tak bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp.50.000,- Bagaimana?"

Mata Kabayan berbinar-binar. Katanya, "Baik kalau begitu. Sekarang ajukan pertanyaanmu."
"Ok," sahut profesor dengan cepat.
"Pertanyaanku, berapa jarak yang tepat antara bumi dan bulan?"

Kabayan tersenyum karena tak tahu apa jawabannya. ia langsung merogoh sakunya dan menyerahkan Rp.5.000,- kepada profesor.
Dengan gembira Profesor menerima uang itu, "Nah, sekarang giliranmu."

Kabayan berpikir sejenak, lalu bertanya, "Binatang apa yang sewaktu mendaki gunung berkaki dua. Tapi sewaktu turun gunung berkaki empat?"

Profesor lalu berpikir keras mencari jawabannya. Ia melakukan coret-coretan perhitungan dengan kalkulatornya. Kemudian ia mengeluarkan laptop, menghubungkannya dengan internet dan melakukan pencarian di berbagai situs ensiklopedi.

Beberapa lama, profesor itu mencoba. Akhirnya ia menyerah. Sambil bersungut-sungut ia memberi uang Rp.50.000,- pada Kabayan yang menerimanya dengan hati senang.

"Hai, tunggu dulu!" profesor itu berteriak. "Aku tidak terima. Apa jawaban atas pertanyaanmu tadi?"

Si Kabayan tersenyum pada profesor. Dengan santai ia merogoh saku celananya dan menyerahkan Rp.5.000,- pada profesor.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita tersebut adalah "jangan menganggap orang lain tidak tahu apa yang kita ketahui, karena seringkali di balik ketidaktahuannya mereka mengetahui apa yang tidak kita ketahui"

31 comments:

cerita.asia said...

cerita yang menarik mas Antony. JAdi ngingetin aku waktu smp tentang perumpamaan Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.

terima kasih

harry said...

wew.....whuahahahahaha...lucu juga...tuh, tapi kata-kata terakhirnya itu loh yang dalem buanget.....ok

met lebaran kang.....

aha said...

betul tuh ungkapan di atas bos....

Anthony Harman said...

To cerita.asia;
Emang kita sering berbuat suatu kesalahan yang sebenernya justru tidak kita duga.

Anthony Harman said...

To harry and aha;
Thanks udah nyempetin menyimak ceritanya, friends...

http://cerita.asia/ said...

Makasih mas..

ndop said...

waaaa... asli lucu... kabayan memang jenius ya...

Firman said...

Orang "pinter" selalu kalah dengan orang yang "pinter-pinter".

but other side :
Terkesan sang professor kalah, tapi bisa jadi kehilangan 50 ribu atau 1 juta tak ada artinya, yang penting punya sahabat di perjalanan.

Bang Ir said...

bagus Mas.........tp Kabayan idola saya.

JALOE said...

wekekekkekek.... luthuuuuuu.. hihihi.. tapi si kabayan rugi 5000 rb donk...

Anthony Harman said...

To Firman;
Orang "pinter-pinter"? Hehehe...

Anthony Harman said...

To JALOE;
Tepatnya..., untung 45rb, kang

Anthony Harman said...

To Bang Ir and ndop;
Thanks udah ikutan mbaca, friends...

albri said...

hahahaha.....
profesor geblek, mau dikerjai aja ma kabayan

thevemo said...

wah....profesor di kerjain Kabayan

Ardy Pratama said...

Hehehehe.. Crita yg sngt inspiratif mas.. ;)

sapimoto said...

Hwekekekeke
Baru denger nih cerita, memang bagus sebagai sebuah pembelajaran bagi yang masih merasa sok pinter...

Anthony Harman said...

To albri;
Bukan geblek, bro. Cuman, gak punya jiwa dagang kali... :)

Anthony Harman said...

To Ardy Pratama;
Thanks apresiasinya, Dy. Cuman nemu sih...

byme said...

huhuhu keren ceritanya heheh
siiplah mas. mosok blog sebagus ini PR nya 1. tapi tetap semangat oke mas
byme

Ardy Pratama said...

'mnemukan' ssuatu yg brmnfaat kmudian dbgikan kpda org lain itu LUAR BIASA Mas..

'Mnmukan' sbuah hal inspiratif yg bsa mnmbah mtvasi qt kmudian dgbikan kpda khlayak mrpkan sbuah tndkan yg LUAR BIASA Mas...

'Mnemukan' orng yg mw mmbgikan ssuatu yg inspiratif adalah LUAR BIASA Mas..

=)

Abi Bakar said...

Janganlah memandang orang lain rendah, cerita yg bagus

Pangki Fernandes said...

Kok 45 ribu? bukannya 40 ribu ??

Memang cerita yang menarik.

Anthony Harman said...

To Ardy Pratama;
Two Thumbs Up buat kamu, bro...

Anthony Harman said...

To Abi Bakar and byme;
Makasih atas semangatnya, friends...

Anthony Harman said...

To Pangki Fernandes;
Dasar pelit..., udah dikasih 45rb masih aja ditawar 40rb:)
Btw, anda emang teliti, coy!

kai said...

ayo siapa yg mw praktek?
mumpung KA lagi penuh-penuhnya, mana tw bisa panen... :D

Anthony Harman said...

To kai;
Praktek jadi kabayan ato profesornya, bro?

MICK said...

wkwkwk.... btl juga tuh ... unik jg ceritanya ... lam kenal ya ...

Anthony Harman said...

To MICK;
Salam kenal juga, MICK. Sering2 mamper sini yah:)

ayu8 said...

he hee he,., lucHu ya,, tpi akhirnya ada manfaatna...... bwt kita2 yang meraSa sok Pinter..lam knAl from ayu :)

Post a Comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)