Kisah SI KABAYAN ama PROFESOR

Iseng2 mbaca cerita ini, pas nungguin keluarga belanja di Pasar Atom. Pemilik salah satu stand yang ngejual aksesori komputer kayaknya sengaja nempelin kisah ini pada dinding bagian luar. Mungkin maksudnya agar orang yang lewat ato yang lagi iseng2 liat2 barang yang dijual di stand tersebut bisa ikut menyimaknya.

Begini ceritanya...

Kabayan dan profesor duduk berhadapan di kereta api yang membawa mereka dari Bandung ke Jakarta. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya, itulah sebabnya sepanjang perjalanan mereka tidak saling bercakap-cakap.

Untuk mengusir kebosanan, profesor menawarkan sesuatu pada Kabayan, "Hai Kabayan, bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?"

Kabayan diam saja sambil menatap pemandangan di luar jendela kereta. Hal ini membuat Profesor menjadi gusar.
Katanya, "Kabayan, ayo kita main tebak-tebakan! Aku akan mengajukan pertanyaan untuk kau tebak. Kalau kau tak bisa menjawabnya, kau harus membayarku Rp.5.000,- Tetapi kalau kau bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp.50.000,-

Kabayan mulai tertarik dengan tawaran itu. Profesor melanjutkan, "Kemudian, kau
ajukan pertanyaan padaku. Kalau aku bisa menjawabnya, cukup kau bayar aku Rp.5.000,- Tapi kalau aku tak bisa menjawabnya, aku bayar kau Rp.50.000,- Bagaimana?"

Mata Kabayan berbinar-binar. Katanya, "Baik kalau begitu. Sekarang ajukan pertanyaanmu."
"Ok," sahut profesor dengan cepat.
"Pertanyaanku, berapa jarak yang tepat antara bumi dan bulan?"

Kabayan tersenyum karena tak tahu apa jawabannya. ia langsung merogoh sakunya dan menyerahkan Rp.5.000,- kepada profesor.
Dengan gembira Profesor menerima uang itu, "Nah, sekarang giliranmu."

Kabayan berpikir sejenak, lalu bertanya, "Binatang apa yang sewaktu mendaki gunung berkaki dua. Tapi sewaktu turun gunung berkaki empat?"

Profesor lalu berpikir keras mencari jawabannya. Ia melakukan coret-coretan perhitungan dengan kalkulatornya. Kemudian ia mengeluarkan laptop, menghubungkannya dengan internet dan melakukan pencarian di berbagai situs ensiklopedi.

Beberapa lama, profesor itu mencoba. Akhirnya ia menyerah. Sambil bersungut-sungut ia memberi uang Rp.50.000,- pada Kabayan yang menerimanya dengan hati senang.

"Hai, tunggu dulu!" profesor itu berteriak. "Aku tidak terima. Apa jawaban atas pertanyaanmu tadi?"

Si Kabayan tersenyum pada profesor. Dengan santai ia merogoh saku celananya dan menyerahkan Rp.5.000,- pada profesor.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita tersebut adalah "jangan menganggap orang lain tidak tahu apa yang kita ketahui, karena seringkali di balik ketidaktahuannya mereka mengetahui apa yang tidak kita ketahui"

Comments

  1. cerita yang menarik mas Antony. JAdi ngingetin aku waktu smp tentang perumpamaan Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.

    terima kasih

    ReplyDelete
  2. wew.....whuahahahahaha...lucu juga...tuh, tapi kata-kata terakhirnya itu loh yang dalem buanget.....ok

    met lebaran kang.....

    ReplyDelete
  3. betul tuh ungkapan di atas bos....

    ReplyDelete
  4. To cerita.asia;
    Emang kita sering berbuat suatu kesalahan yang sebenernya justru tidak kita duga.

    ReplyDelete
  5. To harry and aha;
    Thanks udah nyempetin menyimak ceritanya, friends...

    ReplyDelete
  6. waaaa... asli lucu... kabayan memang jenius ya...

    ReplyDelete
  7. Orang "pinter" selalu kalah dengan orang yang "pinter-pinter".

    but other side :
    Terkesan sang professor kalah, tapi bisa jadi kehilangan 50 ribu atau 1 juta tak ada artinya, yang penting punya sahabat di perjalanan.

    ReplyDelete
  8. bagus Mas.........tp Kabayan idola saya.

    ReplyDelete
  9. wekekekkekek.... luthuuuuuu.. hihihi.. tapi si kabayan rugi 5000 rb donk...

    ReplyDelete
  10. To Firman;
    Orang "pinter-pinter"? Hehehe...

    ReplyDelete
  11. To JALOE;
    Tepatnya..., untung 45rb, kang

    ReplyDelete
  12. To Bang Ir and ndop;
    Thanks udah ikutan mbaca, friends...

    ReplyDelete
  13. hahahaha.....
    profesor geblek, mau dikerjai aja ma kabayan

    ReplyDelete
  14. wah....profesor di kerjain Kabayan

    ReplyDelete
  15. Hehehehe.. Crita yg sngt inspiratif mas.. ;)

    ReplyDelete
  16. Hwekekekeke
    Baru denger nih cerita, memang bagus sebagai sebuah pembelajaran bagi yang masih merasa sok pinter...

    ReplyDelete
  17. To albri;
    Bukan geblek, bro. Cuman, gak punya jiwa dagang kali... :)

    ReplyDelete
  18. To Ardy Pratama;
    Thanks apresiasinya, Dy. Cuman nemu sih...

    ReplyDelete
  19. huhuhu keren ceritanya heheh
    siiplah mas. mosok blog sebagus ini PR nya 1. tapi tetap semangat oke mas
    byme

    ReplyDelete
  20. 'mnemukan' ssuatu yg brmnfaat kmudian dbgikan kpda org lain itu LUAR BIASA Mas..

    'Mnmukan' sbuah hal inspiratif yg bsa mnmbah mtvasi qt kmudian dgbikan kpda khlayak mrpkan sbuah tndkan yg LUAR BIASA Mas...

    'Mnemukan' orng yg mw mmbgikan ssuatu yg inspiratif adalah LUAR BIASA Mas..

    =)

    ReplyDelete
  21. Janganlah memandang orang lain rendah, cerita yg bagus

    ReplyDelete
  22. Kok 45 ribu? bukannya 40 ribu ??

    Memang cerita yang menarik.

    ReplyDelete
  23. To Ardy Pratama;
    Two Thumbs Up buat kamu, bro...

    ReplyDelete
  24. To Abi Bakar and byme;
    Makasih atas semangatnya, friends...

    ReplyDelete
  25. To Pangki Fernandes;
    Dasar pelit..., udah dikasih 45rb masih aja ditawar 40rb:)
    Btw, anda emang teliti, coy!

    ReplyDelete
  26. ayo siapa yg mw praktek?
    mumpung KA lagi penuh-penuhnya, mana tw bisa panen... :D

    ReplyDelete
  27. To kai;
    Praktek jadi kabayan ato profesornya, bro?

    ReplyDelete
  28. wkwkwk.... btl juga tuh ... unik jg ceritanya ... lam kenal ya ...

    ReplyDelete
  29. To MICK;
    Salam kenal juga, MICK. Sering2 mamper sini yah:)

    ReplyDelete
  30. he hee he,., lucHu ya,, tpi akhirnya ada manfaatna...... bwt kita2 yang meraSa sok Pinter..lam knAl from ayu :)

    ReplyDelete

Post a comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)

Popular posts from this blog

Tema Blog Yang Menjebak Artikel

Memilih Pemimpin yang Tepat

Manfaat Lantai Kayu di Rumah Anda