Tuesday, June 09, 2009

Dikerjai SALESMAN

Beberapa hari ini, saya lagi bete banget. Gimana nggak, salah seorang salesman di kantor kami mendadak menghilang, bawa kabur sejumlah uang milik salah satu customer kami dan ninggalin segudang misteri yang sampe saat ini masih bikin pikiran suntuk.

Saya mengenal salesman ini dengan nama Mr.AV (nama sengaja disembunyikan atas permintaan beberapa pihak). Saya sendiri yang menginterview dan menerima dia untuk mulai kerja awal Februari lalu. Dia datang kepada saya atas informasi dari mantan salesman kami, Lukas, yang telah resign beberapa bulan sebelumnya. Umurnya 30 tahun dan dari beberapa surat referensi kerja yang dia bawa, saya tahu bahwa sebelumnya, dia bekerja di perusahaan distribusi mesin genset di kawasan Kedungdoro.

Selama hampir empat bulan lebih mempekerjakan dia dalam divisi penjualan kami, bikin saya berpikir bahwa si AV ini termasuk orang yang rajin dan gak segan untuk belajar mempertajam skillnya. Satu kelebihan dia adalah mulutnya cukup manis dalam melobby langganan.

Pernah saya memberinya tugas untuk mendekati salah seorang target customer yang selama ini gak bisa ditembus oleh salesman kami lainnya. Meski terseok-seok, tapi sedikit demi sedikit, akhirnya si AV ini berhasil juga menjalankan misinya. Bahkan di saat-saat terakhirnya berada di sini, order penjualan salesman satu ini meledak lewat customernya tersebut.

Dari topik2 pembicaraan yang mestinya gak penting, image si AV ini sedikit demi sedikit mulai terbentuk di benak saya... Atau memang mungkin sengaja dia bentuk!

AV anak terakhir dari empat bersaudara, dia tinggal bersama mami dan dua orang kakaknya di kawasan Petemon, sedangkan papinya yang orang Malaysia hidup di Malaysia sana bersama kakak tertuanya.

Mungkin keluarganya sedikit berantakan, tetapi itu gak penting buat saya. AV toh kelihatannya fan-fan aja...

Dia bilang sudah bertunangan dan akan nikah November nanti. Kayaknya, calon mertuanya lumayan kaya. Punya peternakan babi dan ada beberapa mobil yang bisa dia pake. Hampir setiap premier film baru di bioskop, si AV ini pasti nonton barengan tunangannya itu.

Pas kebetulan kami mengikuti event pameran Computer Show di GeEm, saya iseng2 coba gembleng dia untuk jadi pimpro-nya. Dan sekali lagi AV membuktikan kepada saya bahwa dia cukup bisa diandalkan.

Kira2 sebulan lalu, saya denger obrolan di kalangan karyawan kantor mengenai salah seorang rekan si AV yang nawarin barang2 elekronik selundupan dari Tarakan. Barang2 tersebut memang menggiurkan... Blackberry, notebook, sampe hape yang semua dijual dengan harga super miring.
Namun mereka semua rada tertutup di depan saya, karena saya memang gak suka kalo karyawan nyeper-nyeper barang macem gituan.

Hari Sabtu, 30 Mei lalu, saya denger kabar kalo papinya si AV yang di Malaysia itu kena musibah, jatuh saat berada di kamar mandi dan menderita koma. Dia kelihatan kacau dan banyak pikiran. Sore sepulang kerja, waktu dia saya ajak mampir makan sate Padang di Ngagel, dia mengutarakan harapannya agar gak terjadi sesuatu terhadap papinya itu.

Hari Senin paginya, saya denger kalo papinya si AV sudah meninggal dan dia cuti untuk melepas kepergian papinya ini di Malaysia.

Tetapi... saya kaget, ketika salah seorang customer kami di HiTech Mall datang kepada kami dan menceritakan bahwa AV membawa kabur 30 juta yang seharusnya adalah uang muka pembelian Blackberry dan notebook selundupan yang dulu pernah diceritakan oleh anak2 itu.

Saya coba menjelaskan bahwa kebetulan si AV lagi berduka cita dan sedang ke Malaysia untuk mengurus penguburan almarhum papinya. Tetapi customer kami itu yakin dengan dugaannya.

Pikiran saya yang semula masih positif mulai goyah ketika kami mendapati semua arsip recruitment si AV tidak kami dapati di laci yang mestinya aman terkunci. Otomatis kami tidak punya lagi data mengenai orang ini, termasuk alamat rumahnya.

Saya coba utus salah seorang karyawan untuk mendatangi rumah yang menurut pengakuan si AV adalah rumah tunangannya. Karena, sewaktu habis bongkar pameran di GeEm bulan lalu, si AV pernah nitipin mobil barang kami di rumah tersebut.

Tetapi sungguh mengherankan, tidak ada seorangpun di rumah tersebut yang mengenal AV. Sampai di sini, sudah tidak lagi tersisa praduga tak bersalah dalam pikiran saya.

Di tengah pikiran yang kacau, saya coba hubungi Lukas, mantan salesman kami yang katanya pernah memberikan informasi kerja kepada si AV ini dulu. Lebih mengherankan lagi ketika Lukas mengatakan bahwa dia hanya mengenal AV hanya sebatas teman ibadah dan dia justru tidak pernah dengar sama sekali kalau AV ternyata telah bekerja di tempat kami.

Dari info si Lukas, kami memperoleh alamat rumahnya, Jalan Tengger 3 no.5 (kawasan Petemon Kali). Tetapi, ketika customer kami yang menjadi korban penipuan si AV mencoba datang ke sana, tidak ada seorangpun di rumah yang mengenal AV. Lebih celaka lagi karena ternyata semua tetangga di kawasan perkampungan sempit itu juga tidak ada satupun yang mengenal namanya.

Salah seorang salesman kami berinisiatif untuk melakukan penyelidikan di sebuah bengkel mobil di daerah Simo. Karena dulu AV pernah mengantarkannya memperbaiki mobil di bengkel tersebut, dan kebetulan si empunya bengkel kelihatan sudah cukup akrab dengan keluarga AV.

Dari bengkel itu, kami menemukan nama AV yang sebenarnya, Hartono. Dari beliau juga, kami tahu bahwa papinya AV sudah tiada sejak dia masih kecil. Bahkan beliau lah yang mengkorfirmasi bahwa alamat rumahnya adalah benar di Jalan Tengger 3 no.5 itu.

Tapi, kenyataan yang kami temukan menemui jalan buntu ketika kami kembali mendatangi alamat tersebut. A'ik pemilik rumah bilang bahwa Hartono adalah keponakannya dan dia tidak bersedia membantu memberikan informasi mengenai keberadaan Hartono ini, karena tidak ada bukti sama sekali bahwa Hartono adalah AV.

Kami berusaha untuk tidak terlibat terlalu jauh dengan kasus ini. Karena secara financial, kami tidak termasuk pihak yang dirugikan. Tetapi yang bikin saya menyesal sekaligus penasaran adalah mengapa ini semua bisa terjadi?!

Foto Avan yang tersisa (Telah diedit dengan FaceWarp)

Siapa AV ini sebenarnya?
Apakah segala macam ceritanya mengenai kehidupannya adalah bohong belaka?
Jika memang AV memang memalsukan semua jati dirinya, berarti dia sudah merencanakan semua ini sejak awal...

Tapi, jika memang AV sudah merencanakan semua ini sejak awal, mengapa dia menjalankan tugas kantornya dengan baik, penuh dedikasi dan menunjukan peningkatan?

Dan jika memang AV sudah merencanakan semua ini sejak awal, mengapa dia hanya membawa kabur 30 juta... jumlah yang sangat sedikit untuk sebuah rencana penipuan yang direncanakan selama lebih dari tiga bulan.

Yah..., semua masih belum terjawab sampe sekarang

25 comments:

Cara Edit Blog, By Sunny said...

wahh....kejahatan yang sangat pedih.
avan kayaknya terjepit ekonomi dehh...

DuniaPiyen said...

susah juag ya nebak perilaku orang.....

thom said...

Hmm orang yang aneh dan misterius...

Tapi,, Avan --> Hartono huehehehe :D

Septian said...

Kok bisa ada orang selicik itu? yang tertipu banyak pula....keliatannya dia sudah profesional..bukti2 semuanya hilang tanpa bekas...benar2 licin...lapor polisi gak bisa...soalnya transaksi ilegal...benar2 di Check Macth sam si Avan...
Aku baca cerita diatas sudah seperti baca novel detektif mas....heheheheh

Sang Cerpenis bercerita said...

harus hati2 ya dalam memercayai seorang karyawan. hati orang tidak bisa diterka sih.

nietha said...

kisah yang aneh..padahal kalo dia benar2 pekerja keras, dia pasti akan mendapatkan yang jauh lebih besar dari jumlah yang dia tipu

pangki[dot]com said...

WaktuNya tidak pernah terlambat Ko Anthon. Tenang saja, asalkan kita mau berusaha. Semuanya nanti pasti terjawab.

yudi said...

ternyata orang yang sudah dipercaya pun bisa menipu ya. tapi 3 bulan adalah waktu yang singkat untuk percaya dengan orang.
semoga bisa ketemu penyelesaiannya mas

Cebong Ipiet said...

waw, ga diperkarakan ni mas? sayangnya bukti arsip nya ud g ada yah ... ga ada poto poto pameran apa gt

Fanda said...

Saya turut geram juga dengan si sales gadungan ini. Bagaimana bisa ia mengkhianati kepercayaan yang diberikan mas Anthony selama ini? Dan dilihat dari bersihnya barang bukti, termasuk file recruitmentnya juga, berarti semua ini memang direncanakan. Tapi seperti yang mas bilang, merencanakan selama 3 bulan kok ‘hanya’ untuk 30 juta ya? Memang misterius...

Selalu serba salah kalau mengenai kepercayaan. Kalau kita tidak mempercayai karyawan, mereka tidak akan merasa aman bekerja, akibatnya produktifitas akan terpengaruh juga. Tapi kalau kita terlalu menaruh kepercayaan, kadang-kadang disalah-gunakan oleh orang-orang seperti Hartono aka. Avan itu. Dan celakanya, seringkali karena trauma dengan penipuan seorang mantan karyawan, sang pimpinan menjadi semakin sulit untuk memberikan kepercayaan kepada karyawan lainnya (semoga ini tidak terjadi pada mas Anthony).

Menurut saya, asal kita menjalankan bisnis selalu dengan maksud baik, Dia yang diatas sanalah yang akan membimbing kita. Bahwa masalah dan kesulitan, bahkan kerugian dapat saja menghampiri suatu bisnis, namun kalau kita mengambil hikmah yang terbaik, kita akan bisa bangkit kembali. Tak peduli bagaimana jatuhnya, yang penting adalah apakah kita mau bangkit lagi atau tidak. Betul kan?

Salam sukses buat bisnisnya ya, mas Anthony...

thimbu said...

mas, kok ngga masang photonya avan sekalian....biar orang2 pada waspada ama avan sehingga ngga akan timbul korban2 baru lagi...kan blog sudah jadi kekuatan alternatif hehehehe

iwan setiawan said...

ada pepatah inggris : Don't talk to stranger..

Anthony Harman said...

To Fanda;
Pendapatmu bener, Fan. Thanks atas support-nya

To thimbu;
Kami udah kehilangan semua identitasnya, bro. Termasuk fotonya

Taktiku said...

hah... kurang kerjaan aja tuh Salesman

kai said...

dilaporin ke polisi gak?

buat situs gratis said...

kok bisa gitu yah avan...
bagus ceritanya..
eh.. eh..
ini dongeng atau asli...
bercanda deh..
sy sangat tersentuh dengan pengalamannya..
sungguh sangat wuaahh..

Anonymous said...

Weleh...weleh...weleh.....
Ko Anthony Harman, Avan Hayuwasis yang sebenarnya adalah saya. Sepertinya orang tsb spesialist penipuan. Orang tersebut menggunakan identitas saya mungkin setelah menemukan KTP saya yang hilang beberapa waktu lalu.
Dulu saya pernah tinggal di daerah tersebut, dan orang tua saya hampir mengalami penipuan juga tetapi dengan kedok melakukan tagihan hutang dengan nama saya lengkap dengan semua bukti plus fotocopy KTP saya.
Merasa tidak punya hutang saya minta ortu menahan orang tersebut karena saya berada di kantor, sesampai di rumah keburu org tsb ngabur.
Menyangkut nama baik seperti ini, kiranya Bpk Anthony dapat melakukan up-load foto ybs agar saya juga dapat mencari orang yang bernama Hartono tersebut. Terima kasih.
Regard-

Anthony Harman said...

To anonymous:
Sayang sekali tidak ada jejak yang tersisa sejak orang itu kabur dari sini. Kebetulan saya ada foto ybs yang telah diedit pake software FaceWarp (mungkin beda banget dengan yg asli). Mungkin bisa sedikit membantu

Anonymous said...

kalau mas anthony bilang mau berusaha tidak terlibat terlalu jauh, lalu kenapa kok sampai nge-post artikel ini??

bukannya itu berarti, mas anthony ikut terlalu jauh, dan bahkan sudah keterlaluan....

apalagi sampai upload foto nya juga!!!
lagian kok fotonya juga jelek banget...percuma donk?! hehehe...

klo menurut ku, mas anthony ga usah ikut campur deh..kan itu udah ada pihak - pihak yang terkait sendiri...
sama donk mas anthony jayak avan2 itu...
just kidding... ^.^

Anonymous said...

siang mas anthony klu boleh beri komen si, saya baca artikel diatas katanya mas anthony perusahaan tidak dirugikan secara financial,

tapi menurut saya mas anthony sudah terlibat terlalu jauh,

apakah mas anthony tau bahwa masalah avan dan yang bersangkutan ini apakah sudah di selesaikan secara???.... ( damai atau apa gitu )

kalau menurutku buang2 waktu aja si dan tidak efisien lebih baik kita fokus dengan kepribadian kita sendiri sory klu terlalu formal hehehehehe thx

Avan Hayuwasis said...

Yth Bpk. Anthony.
Saya sebagai pemilik nama Avan Hayuwasis, mengharap Anda segera menghapus tulisan ini atau jika tidak silahkan Anda mengganti nama Avan Hayuwasis dengan nama-nama yang lain (MR.X misalnya). Saya sangat keberatan dengan penggunaan nama saya ditulisan Anda ini yang belum tentu kebenaran penyebutan nama Avan tersebut. Atas dasar apa Anda menggunakan nama Avan? Apa hanya seberkas surat lamaran yang menyebut nama Avan? Tanpa meminta asli KTPnya waktu interview? Dan apa juga sudah Anda cocokan dengan nama Ijzahnya, dan dokumen lain sama bernama Avan. Apabila itu semua karena kesahanan Anda tidak teliti dalam proses rekrutmen pegawai untuk memperoleh tenaga kerja murah tanpa memperhatikan kebenaran Identitas seperti KTP, Ijazah, SKKB Kepolisian, sertifikat2 kursus,dll tolong segera Anda hapus tulisan ini.
Sekali lagi saya ingatkan Anda untuk segera mengahapus tulisan Anda ini. Saya tidak mau nama saya tercemar karena tidakan Anda menulis dalam blog ini. Terima kasih atas perhatiannya.
avanasis@gmail.com

petrus said...

malam mas avan saya setuju dengan anda,

kalau menurut saya kenapa mas anthony tidak teliti dalam merekrut karyawan ya minim menanyakan ijasah alinya atau ktp, skkb dari kepolisian,

atau mungkin dibenak mas anthony mau memperkerjakan karyawan dengan gaji murah tanpa memperhatikan keaslian surat2 terlebih dahulu dalam tanda kutip asal comot deh,

satu pertanyaan apakah mas mengetahui kalau persoalan avan dengan pihak yang dirugikan sudah diselesaikan secara damai atau kekeluargaan???
kalau saya takut mas membuat artikel seperti ini , takut membuat keluarga avan yang asli tentunya menuntut mas anthony dengan tuntutan pencemaran nama baik tentunya dengan bukti artikel ini,

ya cuman sekedar mengingatkan mas anthony jangan terlalu berlebiahan ok thx

Anthony Harman said...

Saya rasa, artikel di atas tidak berlebihan, karena saya telah menjelaskan semua kronologinya. Nama Edi Tansil memang dikenal sbg buron. Tapi toh, berita negatif ttg Edi Tansil ini tdk menyudutkan Edi Tansil2 yg lain

imawan budi laksana said...

jack.... kadal kok masih bisa dikadalin... he..he.. he..

Mario Tegar said...

Sangat disayangkan sekali hanya demi uang 30 juta
menghancurkan martabat,harga diri,nama baik sendiri...
Padahal dari tulisan bpk diatas dapat menunjukkan kalau mr.av ini sangat bisa diandalkan dalam bidang marketing.

Post a Comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)