Saturday, September 26, 2009

Buat yang Kecanduan FACEBOOK

Buat yg Rajin Maen Facebook.... hati - hati ya !!! ternyata Facebook Mengancam kesehatan mental.

Beberapa waktu lalu muncul laporan mengenai tanda-tanda orang kecanduan Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, misalnya Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman. Anda juga rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

Laporan terbaru dari The Daily Mail menyebutkan, kecanduan situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental. Hal ini memang bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya situs-situs jejaring sosial, di mana pengguna diiming-imingi untuk dapat menemukan teman-teman lama atau berkomentar mengenai apa yang sedang terjadi pada rekan Anda saat ini.

Suatu hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya tak lagi menghadiri social gathering, menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga, dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel).. Ketika akhirnya berinteraksi dengan rekan-rekan, mereka menjadi gelisah karena "berpisah" dari komputernya.

Si pengguna akhirnya tertarik ke dalam dunia artifisial. Seseorang yang teman-teman utamanya adalah orang asing yang baru ditemui di Facebook atau Friendster akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi secara face-to-face. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan), demikian menurut Dr. Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.

Pertemuan secara face-to-face memiliki pengaruh pada tubuh yang tidak terlihat ketika mengirim e-mail. Level hormon seperti oxytocin yang mendorong orang untuk berpelukan atau saling berinteraksi berubah, tergantung dekat atau tidaknya para pengguna. Beberapa gen, termasuk gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan dan respons terhadap stres, beraksi secara berbeda, tergantung pada seberapa sering interaksi sosial yang dilakukan seseorang dengan yang lain.

Menurutnya, media elektronik juga menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. "Salah satu perubahan yang paling sering dilontarkan dalam kebiasaan sehari-hari penduduk Inggris adalah pengurangan interaksi dengan sesama mereka dalam jumlah menit per hari. Kurang dari dua dekade, jumlah orang yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting menjadi berlipat."

Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, Anda dapat mengalami cidera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer. Jika pada malam hari Anda masih sibuk mengomentari status teman Anda, Anda juga kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi dari sistem kekebalan. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer juga akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan obesitas.

Tidak heran jika Dr. Sigman mengkhawatirkan arah dari masalah ini. "Situs jejaring sosial seharusnya dapat menjadi bumbu dari kehidupan sosial kita, namun yang kami temukan sangat berbeda. Kenyataannya situs-situs tersebut tidak menjadi alat yang dapat meningkatkan kualitas hidup, melainkan alat yang membuat kita salah arah," tegasnya.

Namun, bila aktivitas Facebook Anda masih sekadar sign in, mengonfirmasi friend requests, lalu sign out, tampaknya Anda tak perlu khawatir bakal terkena risiko kanker, stroke, bahkan menderita pikun.(Kompas.com/The Daily Mail)

12 comments:

dewi said...

mmmmhh..kayaknya mang gt deeh pak....
palagi anak2 kecil dah mulai kena wabah Facebook...kalo di FB saya waaahhhh...isinya murid saya smw plus ortunya, kadang ngerasa kudu hati2 nieh...tapi ada asiknya jg kalo da info kegiatan saya cukup tag di FB, n yakin mereka pasti baca....hehehehhee
mg saya bukan termasuk orang yang spt itu hingga saya g mau ketemuan ma orang face2face lagi...sejauh ini saya cukup jaga biar g tergntg ma FB mania....
thx bt infonya...

kai said...

telat..
gw dah kecanduan akut..

tiada hari tanpa ngecek FB..

jaloee said...

hehuehue.. bakalan impoten ngga yach ??

btw sejuta banguet ama artikel na

Cyber Katrox said...

Wah..kalau aku nggak kecanduan FB, tp kecanduan ngeblog.... hehehe...

Lex dePraxis said...

Apa saja punya potensi untuk menjadi candu. Berhati-hatilah, seperti yang saya tulis tentang kecanduan dalam blog saya.

Buat situs gratis said...

emang kaykanya begitu..
jadi malas melakukan kegiatan....

Anonymous said...

Iya bos ... bener ...
Gw juga liat ... banyak banget yang ngomong sendiri d' FB ...
Share sih share ... tapi klw berlbihan ... jadi kyak orng gila ... Hhe ..

Bdw ... salam knal ...

Hendrawan said...

Untung saya nggak kecanduan...

Stenly said...

wah emang gawat nih... harus segera ditangani... kalo FB an terus bisa bahaya yah...

Ihwan said...

Hmmm...saya tiap hari tidak pernah lepas dari FB, emang udah kecanduan sih he3

mascipul said...

waaaahhhhhh....... apa saya termasuk yang kecanduan ya????
rasanya sehari aja tanpa update status rasanya ada yg kurang. Malah kayaknya frekuensi update status saya lebih banyak daripada minum saya....
nah loooo

ikhy said...

wew trnyata saya jga kcnduaan..hehehe

Post a Comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)