Saturday, December 19, 2009

Apa yang tidak bisa diucapkan oleh Ayah...

Bagi kamu yang sudah dewasa, baik yang telah bekerja di perantauan, yang telah berkeluarga dan hidup di luar kota atau luar negeri, maupun bagi yang sedang bersekolah atau kuliah, jauh dari kedua orang tuamu... biasanya kamu akan lebih sering merasa kangen kepada mama...

Lalu, bagaimana dengan papa?

Mungkin kamu merasa, mama-lah yang lebih sering meneleponmu untuk menanyakan keadaanmu setiap hari.

Tapi tahukah kamu? Jika ternyata papa-lah yang mengingatkan mama untuk menelponmu.

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau membacakan dongeng sebelum tidur.

Tapi tahukah kamu? Bahwa sepulang bekerja dan dengan wajah lelah, papa selalu menanyakan pada mama tentang kabarmu dan apa yang kamu lakukan seharian.

Pada saat dirimu masih sebagai seorang anak kecil...
Papa biasanya mengajarimu naik sepeda. Dan setelah mengganggapmu bisa, papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut anak manisnya terjatuh lalu terluka...

Tapi sadarkah kamu? Bahwa papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu, anaknya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, mama menatapmu iba. Tetapi papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu? Papa melakukan itu karena papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.

Saat kamu sakit pilek, papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu...

Ketika kamu sudah beranjak remaja...
Kamu mulai menuntut pada papa untuk dapat izin keluar malam, dan papa bersikap tegas dengan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu? Bahwa papa melakukan itu untuk menjagamu. Karena bagi papa, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga...

Setelah itu kamu marah pada papa, masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu untuk membujukmu agar tidak marah adalah mama.

Tahukah kamu? Saat itu papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya. Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu.

Jika kamu kebetulan cewek dan ketika tiba saatnya seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, papa akan memasang wajah paling cool sedunia (Hehehe...). Papa sesekali akan menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.

Sadarkah kamu? kalau hati papa merasa cemburu.

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah bagimu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir.

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut...
Ketika melihat anak kesayangannya pulang larut malam, hati papa akan mengeras dan papa memarahimu. . .

Sadarkah kamu? bahwa ini terjadi karena hal yang sangat ditakuti papa akan segera datang, bahwa sang anak tercinta akan segera pergi meninggalkan papa.

Setelah lulus SMA, papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan papa itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.

Tapi toh papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan papa.

Ketika kamu menjadi dewasa. Dan harus pergi untuk kuliah dikota lain, papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu? bahwa badan papa terasa kaku untuk memelukmu. Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini dan itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Kamu tidak menyadari, padahal papa ingin sekali menangis seperti mama dan memelukmu erat-erat.

Yang papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu dan berkata, "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Di saat kamu butuh uang untuk membeayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan, kata-kata yang keluar dari mulut papa adalah : "Tidak... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti papa belikan untukmu".

Tahukah kamu? bahwa pada saat itu papa sudah merasa gagal membuat anaknya tersenyum.

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana, papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat anak kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah berhasil menjadi orang.

Bagi kamu yang cewek, saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada papa untuk mengambilmu darinya, papa akan sangat berhati-hati dalam memberikan restu.

Karena papa tahu, bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang, papa pun tersenyum bahagia...

Apakah kamu mengetahui? di hari yang berbahagia itu papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis...
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian papa berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik... anakku yang lucu dan kucintai telah menjadi orang. Bahagiakanlah ia bersama pasangannya..."

papaSetelah itu papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya, papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita, adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis.

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal...

Yah, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan oleh seorang ayah, bapak, romo, papa atau papi kita (apapun kamu menyebut beliau). Tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi di balik hatinya.

Publikasi Ulang dari Mailing List

4 comments:

pangki | DoFollow said...

Wow... Pengorbanan seorang ayah. Bisakah nanti aku menjadi figur ayah yg ideal?

blogger pengamen ilmu said...

saat ini yang ingin saya katakan sebagai seorang ayah adalah : "maaf anakku, bapak belum bisa membahagiakanmu" hiks,....hiks...

kai said...

sangat2 inspiratif, mas..

Anonymous said...

ternyata aku baru nyadar kalo yang dilakukan bapak seperti itu.....
Dan saat ini aku melakukan yang sama.

Post a Comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)