Tuesday, December 29, 2009

Gara-gara VOUCHER Discount

Saya ada cerita menarik seputar event Komputexpo 09' di Grand City Mall Surabaya. Kebetulan kami juga menjadi salah satu peserta dalam eksibisi tersebut.

Seperti yang pernah saya tulis di sini, boleh dibilang saat ini memang perkembangan tren laptop di negeri kita sedang subur2nya. Coba kita itung, udah berapa merek dan jenis laptop yang ditawarkan di pasaran. Merek Jepang, Amrik, Eropa, China sampai yang lokalpun dah berjubel memanjakan konsumen.

Ramainya pasar laptop ini tentu dibarengi dengan munculnya berbagai macam aksesori dan pernak-perniknya. Iya, persis kayak jaman2 awal ngetrennya hape dulu.

Salah satu aksesori laptop yang menarik pengamatan saya adalah cover laptop, sticker bergambar yang dipake buat melapisi body luar laptop sebagai pelindung sekaligus mempercantik penampilan.

Belakangan ini, bisnis cover laptop ini juga lagi banyak dilirik oleh para pengusaha. Selain proses pembuatannya yang relatif tidak sulit, penjualan produk inipun seperti kacang goreng aja. Harganya-pun bervariatif, mulai yang kelas murahan sampai yang hi-end punya, bedanya tentu aja pada bahan dan kualitas printing-nya.

Nah, pas di acara Komputexpo tadi, ada sekitar 5 produsen cover laptop yang ikut menjadi peserta pameran. Masing2 tampil all-out saat menjaring minat konsumen agar membeli produk mereka. Berbagai cara dan taktikpun dijalankan.

Voucher DiscountSalah satu strategi pemasaran yang menarik perhatian saya adalah Voucher Discount. Maksudnya, setiap membeli satu produk tertentu dalam pameran, konsumen akan dapet voucher discount yang nantinya bisa diklaimkan saat kita beli cover laptop.

Saya pikir, idenya brilliant juga neh. Seandainya saya beli laptop dan dapet voucher discount cover laptop (yang jumlah diskonannya lumayan juga pastinya), tentu saya akan segera bertandang ke stand si penjual cover laptop itu supaya bisa mengklaimkan voucher discount-nya. Hahaha...

Tapi celakanya, masing2 produsen cover laptop itu kayaknya saling berlomba mengedarkan voucher discount mereka. Voucher discount ada di mana2; beli tiket masuk ke pameran dapet voucher discount, beli ini dapet voucher discount, beli itu dapet voucher discount, voucher discount gratis silakan ambil, bahkan beli tahu isi di stand makanan juga dapet voucher discount. Wkwkwkwkwk...

Akibatnya, voucher discount yang sebenernya punya daya tarik yang lumayan tinggi, akhirnya bagaikan kehilangan kesaktian-nya. Ketika salah satu SPG kami dengan bangga memberikan voucher discount (yang kebetulan juga dititipkan ke stand kami) kepada konsumen yang membeli produk kami, coba tebak apa komentar dia...

"Waduh, saya sudah kebanyakan voucher discount, mbak. Di sini, kita bersin dikit juga dapet voucher discount..."

Nah loo...

4 comments:

Fanda said...

Huahahaha...kocak juga konsumennya mas Anthony. Tapi hadiah yg diberikan dgn terlalu mudah jg akan mengurangi 'keserakahan' konsumen ya? Kan pemberian hadiah itu utk memancing sifat serakah manusia, lah kalo udah diobral gitu, ya ilfil deh jadinya...

yudi said...

seandainya voucher diskon dapat diakumulasi maka pasti pengunjung tersebut ga akan nolak dapet lagi hehe..

Bang Ais said...

wkwkwkwk trik bisnisnya latah nih vocer mulu...

Just Bryan said...

Waa..jadinya voucher nilainya kayak brosur..

Post a Comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)