Sunday, January 10, 2010

Kena MUNTABER

Beberapa bulan lalu, seorang marketing sebuah perusahaan asuransi jiwa datang ke kantor saya sambil menawarkan produk investasi-nya. Bukan profil seorang penjual yang berpengalaman sih kayaknya, tetapi orang ini cukup sopan dan jelas dalam menerangkan "barang dagangannya".

Sebenarnya rada malas juga menanggapinya. Bukan apa2 sih... Jujur saya ini termasuk orang yang "belum sadar" akan pentingnya asuransi. Coba bayangkan, apa yang terjadi dengan keluarga saya seandainya ada sesuatu yang buruk terjadi terhadap saya yang merupakan tulang punggung keluarga. Tapi, ya itu... saya ogah keluar duit untuk sesuatu yang tidak bisa saya nikmati langsung.

Beberapa hari kemudian, si marketing ini datang lagi. Kali ini dia bawa backing atasannya. Hehehe..., ngerasa gak level kali. Si manager mencoba memfollow-up apa yang dulu pernah ditawarkan anak buahnya kepada saya.

Tentu saja beliau lebih senior dan berpengalaman. Cara bicaranya halus, hampir tanpa tekanan yang bisa bikin prospeknya merasa tidak nyaman. Dia memulai dengan menggali segala sesuatu yang bisa membuat kami berdua merasa punya kesamaan. Tidak butuh waktu lama untuk dapat membuat kami berdua tampak akrab.

Selangkah demi selangkah, saya mulai dibuat sedikit sadar dengan butuhnya sebuah asuransi, bukan cuman buat jaminan bagi keluarga tetapi juga untuk tabungan masa depan saya sendiri. Ah, tak perlu saya jelasin deh, apa yang sudah beliau cekokkan ke saya. Yang jelas, saya sempat tertarik dengan tawarannya dan mendiskusikan proposal beliau dengan istri di rumah.

Kunjungan2 beliau berikutnya, semakin membuat saya merasa mantap untuk mulai berinvestasi. Belum 100% sih, ibarat sniper, sang manajer ini sudah dengan sabar menunggu calon korbannya. Dan saya sebagai targetnya sudah melangkah keluar dari persembunyian, dan masuk dalam area bidikannya. Tinggal sentuh trigger untuk mengeksekusi saya.

Namun entah apa yang terjadi, mendadak dua orang marketing asuransi ini, manager beserta bawahannya, tidak pernah lagi muncul di hadapan saya. Berminggu2 saya menunggu follow-up mereka. Ini cukup aneh, ibarat sang mangsa menunggu untuk dimangsa Hahaha...
Tetapi, sampai hari inipun, saya belum juga jadi untuk mewujudkan niat berasuransi. Meraka kena "muntaber" tampaknya, alias Mundur Tanpa Berita.

Bicara soal "muntaber", ternyata tidak sedikit di antara kita yang mengidap "virus" ini, terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia marketing, termasuk marketing dalam bisnis online. Sayapun termasuk orang yang mengidap "virus muntaber" ini, entah udah berapa blog saya yang terbengkelai, tidak ada lagi kelanjutannya, hanya karena putus asa gara2 tidak ada pengunjungnya. Hahaha...

Sebenarnya untuk menghindari muntaber ini cukup gampang, meskipun tidak bisa dilakukan dengan asal2an. Kuncinya adalah konsisten dan persisten. Adakalanya kita harus mengulang2 apa yang telah kita kerjakan. Tak peduli berapa kali kita mesti mengulang, karena kita tidak tahu, keberhasilan itu datang setelah ulangan ke berapa.

9 comments:

Anonymous said...

Sip Komandan!!!
tambahan satu komandan, kalo ngulang, harus lebih baik dari yg sebelumnya. baru ntar datang suksesnya. Kalo nggak, ya sama aja.
Ibarat einstein ngomong, mengerjakan sesuatu berulang2 dengan cara yang sama tetapi mengharapkan output yg berbeda adalah GILA!!!
:)

Ntar malam ketemuan di kudus ya pak!!!

fadhli said...

asuransi itu bagus kok....tinggal bagaimna mencermati kondisi keuangan dan mengatur dengan baik,,,agar masa depan keluarga terjamin :D

Fanda said...

Wah sayang banget ya, pdhal mangsanya udah masuk ke jerat loh, tinggal 'eksekusi' aja. Btw, asuransi itu memang perlu, setidaknya buat inves saat kelak kita udah ga bisa kerja lg. Klo dipikir2 memang saat kelak kita ambil, jumlahnya ga ada apa2nya krn inflasi. Tp masih mending ada sejumlah uang drpd ga ada sama sekali.

Virus muntaber itu memang sering terjadi krn kita mudah putus asa. Aku jg gitu mas, habis udah ga tau mau ngomong apa lg, sedang customernya mulai rada uring2an krn aku call terus. Klo sdh begini hrs gimana ya? Tetap persisten ato cari cara approach lainnya? [yg sampe hari ini aku ga tau cara apa lg yg blm dilakuin..]

jagoandollar said...

semoga lekas sembuh :)

Chi said...

muntaber jg trjadi di hal" laen loh.. ^_^
konsisten & persisten emang sangat diperlukan jika bersangkutan dengan kebaikan..

btw, Time Cop boleh juga, trims saranny..

kai said...

kesindir deh gw..
gw juga punya berapa situs yg udah gak ngehasilin lagi gara2 gw males ngupdate.. :D

Veny said...

wahh gigih banget yah tuh marketingnya .... sayang kena virus muntaber yah ha222 , ga nyari tau gmn bs muntaber Ton ? aku jg penasaran he222

Daiichi said...

Sepakat pa. ^_^

Mario Tegar said...

tidak di pungkiri kalo sales asuransi yang sudah dapat menikmati "passive income" memang patut di acungkan jempol,karena jika ingin terjun ke profesi tersebut butuh kesabaran yang extra,serta kemampuan berinteraksi yang baik dengan calon pemegang polis,karena dari kenyamanan saat kita berbicara dengan seseorang dapat terpengaruh secara tidak langsung dan membuat kita tertarik. tetapi mungkin agen dan sang atasan,muntaber karena berperasangka negatif bahwa anda tidak mungkin tertarik pada apa yg telah disampaikan,hehhehe kalau saya pasti akan coba melakukan pendekatan sampai ada kata "saya tidak tertarik" dari calon costumer saya.

Post a Comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)