Sunday, March 14, 2010

Maaf mas, saya tidak tahu...

Sebenarnya sudah beberapa kali saya berkunjung di Yogyakarta. Mungkin kunjungan minggu kemaren udah yang kesekian kalinya. Seharusnya, kalau tidak ada halangan, hampir bisa dipastikan setiap dua bulan sekali saya pasti mampir ke Yogyakarta untuk kejar target penjualan di sana.

Yogyakarta, kota yang menyenangkan menurut saya. Tidak terlalu padat dan kronis seperti Surabaya, meski sebenarnya bisa dibilang jalan2 kota Yogyakarta yang relatif sempit agaknya sudah mulai kapayahan dijejali jumlah kendaraan yang makin meningkat setiap tahunnya.

Pelajar, budaya, dan kuliner... saya rasa, itulah daya tarik kota Yogyakarta. Walaupun sesungguhnya tujuan saya kesana adalah untuk berbisnis. Saya kira semua sudah pada tahu, hampir setiap tahunnya puluhan ribu pelajar dan mahasiswa selalu bertambah memadati kota itu untuk menuntut ilmu. Saya berani bertaruh, pasti lebih dari 70% penduduk Yogyakarta adalah pendatang dari daerah lain. Mungkin itulah yang menyebabkan tidak banyaknya orang yang tahu benar seluk beluk mengenai lokasi di seluruh pelosok kota Yogyakarta.

Ya, saya baru menyadarinya. Tidak mudah untuk mendapatkan informasi apabila kita tersesat di sana. Bayangkan, untuk bisa menemukan satu alamat tertentu, paling tidak saya harus bertanya kepada lebih dari tujuh orang. Sebut saja Jalan Iromejan... coba bagi kalian yang memang tinggal di Yogyakarta, apakah kalian tahu lokasi jalan tersebut. Kebetulan waktu itu saya harus ke lokasi tersebut untuk menemui salah seorang teman lama. "Maaf mas, saya tidak tahu..." Paling tidak, di sepanjang Jalan Gejayan, itulah jawaban dari lima orang yang kami mintai petunjuk.

Demikian pula, saat saya harus mencari jalan PPG Matematika. Meski waktu itu, kami telah berada di kawasan Jalan Kaliurang yang sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi jujugan kami, tetap saja saya harus menemukan orang yang kesekian baru bisa mendapatkan info yang jelas. Lebih celakanya lagi, polantas yang ngepos di perempatan jalanpun kayaknya belum tentu bisa diandalkan.

Bagaimana menurut kalian yang baru pertama kali datang ke Yogyakarta, apakah kalian juga mengalami nasib seperti saya?

11 comments:

Fi said...

yang pada mau dateng ke jogja silahkan sms/call saya biar ga nyasar2. asli wong jogja mergane ki..., hehe

Fanda said...

Waktu aku kesana, dari Sby udah berbekal peta, mas! Jadi anti nyasar deh...hehehe... Tapi aku beneran kangen ma Yogya loh... Sekarang di kantor baru hrs 'jaga kandang' terus, ga bisa jalan2. Hiks...

Okta said...

tanya saya saja bos..kalo besok berkunjung di Jogja..

dijamin g nyasar..

hahahaha

Bego Aza said...

waduh,...beberapa kali aku ke jogja juga, hanya lewat dan istirahat,....lalu lanjutkan lagi perjalanan ke Bali dari Bandung. Ntar Sby ya bang!

Bang Ir said...

bukannya bawa GPS tiap jalan-jalan?

Harry seenthing said...

ntuh mas......tanya ama fi, dia bisa guide gratis...ntuh....hehehehe
bagaimana kabarnya mas malam ini

Bung Eko said...

Hehehe, ada 3 penyebab kenapa kejadian ini terjadi, Mas:
1. yang ditanyain memang pendatang yang belum banyak paham nama-nama jalan di Jogja, bahkan di dekat tempat ida kos/ngontrak.

2. orang Jogja asli tidak semuanya hapal nama jalan. Mungkin hanya jalan-jalan protokol saja yang diingat, tapi selebihnya orang Jogja asli lebih suka mengingat nama kampung.

3. Kebetulan nama jalan yang Mas Anthony tanyakan memang kurang beken alias jalan kecil. Kalau boleh dibilang sub jalan alias jalan kecil dipinggir/setelah jalan besar, makanya banyak yang tidak tahu. Hehehe...

Btw, ke Jogja kok gak bilang2..?

sepak bola said...

setuju banget mas,
pelajar dan kuliner merupakan 2 poin yg paling melekat tiap kali saya berkunjung ke jogja

yudi said...

PPG matematika?
saya jelas tau, wong saya dulu tinggal deket sana, makan juga deket terminal concat situ hehehe..

trus jalan Iromejan tau nggak?

ga tau mas hehehehehehehehe :mrgreen:

Zool said...

Wah..Mas...Kalo saya cuma lebih dominan mengerti jalan2 di Jogja bagian Utara... Soalnya dulu tinggal di Condong Catur belakang UPN. Dulu..???
Iya Mas, sekarang saya dah di kampung, tapi lucunya, teman saya yang orang Jogja asli malah terkadang ngesms saya nanyain alamat sama lokasi tertentu di Jogja..hehehe...
Hoby plesiran seputar Jogja selama tinggal di sana ternyata bawa dampak positif.. Terutama plesir buat hunting kuliner..

buJaNG said...

Saya saja yang udah sekitar 2 tahun ini di yogya nggak paham2 juga dengan yogya... (maklum nggak pernah keluar dari kost. biasanya kuliah, pulang, yidur, kuliah lagi..hihihi.. )

Post a Comment

Gimana pendapat anda? Kasih komentarnya donk...

Kasih Comment, Bonus Link loh!!
(Tolong ingetin kalo kelupaan...)